Pancaroba Berpotensi DBD, Atasi dengan 3M Plus!

5 Aug 2021Sosialisasi

Beranda 9 Sosialisasi 9 Pancaroba Berpotensi DBD, Atasi dengan 3M Plus!

Hari kelima di Bulan Agustus 2021 cuaca di wilayah Kabupaten Pangandaran terlihat mendung. Intensitas curah hujan sejak minggu keempat bulan Juli 2021 mulai tinggi. Peralihan cuaca musim kemarau menuju musim hujan patut diwaspadai. Genangan air di sekitar rumah kita berpotensi menjadi sarang nyamuk, khususnya Aedes aegypti. Nyamuk Aedes aegypti dikenal sebagai vektor DBD (Demam Berdarah Dengue).

Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan melalui gigitan nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti) yang dapat menyebabkan kematian. Kejadian kematian pada umumnya terjadi ketika penderita demam berdarah dengue terlambat dibawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Gejala awal demam berdarah dengue adalah sebagai berikut:

  1. Mendadak tampak lemah dan lesu
  2. Tampak lemah dan lesu
  3. Timbul bintik-bintik merah pada kulit
  4. Sering terasa nyeri di uluh hati

Langkah penanganan untuk gejala awal demam berdarah dengue adalah sebagai berikut:

  1. Kompres agar suhu tubuh yang panas dapat segera turun
  2. Berikan air minum sebanyak mungkin
  3. Berikan obat penurun panas

Gejala lanjut demam berdarah dengue adalah sebagai berikut:

  1. Kadang-kadang terjadi pedarahan di hidung (mimisan) dan dibawah kulit.
  2. Kadang terjadi muntah atau berak darah
  3. Bila sudah parah, penderita gelisah, tangan dan kakidingin serta berkeringat. Bila tidak segera ditolong dapat menyebabkan kematian.

Untuk mencegah demam berdarah dengue, jangan terlambat untuk melakukan 3M Plus. 3M Plus adalah tindakan yang dilakukan secara teratur untuk memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk demam berdarah dengan cara sebagai berikut:

  1. Menguras tempat-tempat penampungan air
  2. Menutup rapat semua tempat penampungan air
  3. Memanfaatkan mendaur ulang barang bekas

Plus mencegah perkembangbiakan nyamuk dengan cara berikut ini:

  1. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
  2. Menggunakan obat anti nyamuk
  3. Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi
  4. Tidak menggantung pakaian di dalam kamar
  5. Menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air

 

Daur ulang wadah-wadah di sekitar rumah anda yang berpotensi menampung air hujan. Genangan air dalam wadah yang tidak berhubungan dengan tanah disukai nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.

 

Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk dalam pot tanaman dapat mencegah perkembangbiakan Aedes aegypti.

 

Demikian cuaca pancaroba yang saat ini sedang melanda sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Pangandaran berpotensi menimbulkan sarang nyamuk. Aksi 3M Plus diharapkan dapat digalakkan oleh masyarakat baik di rumah maupun lingkungan sekitar. Jangan lupa untuk selalu mentaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam kegiatan 3M Plus. Salam Sehat! (DAC)

Referensi: https://promkes.kemkes.go.id

Berita Sebelumnya

Merdeka Bagi Kami..

Merdeka Bagi Kami..

Almadikamovie dan Tim Penelitian “Model Penanganan Stunting dengan Integrasi Program WASH dan Kecacingan: Intervensi Literasi, Pemberian Makanan Tambahan dan Peran Pemangku Kebijakan di Kabupaten Garut” mempersembahkan karya kreatif audio visual yang menarik bertema...